JAMPANG PEDIA - Sebanyak 149 orang Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal di dalam Pusat Tahanan Imigrasi Sabah, Malaysia.
Hal itu diungkapkan oleh Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) beberapa waktu lalu.
Banyak dari WNI itu diduga tewas karena adanya penyiksaan serta kondisi tahanan Malaysia yang buruk.
Baca Juga: Film Arul Hadiah Terbaik Karya Polres Tasikmalaya Ditonton Kepala Daerah dan Kapolres Sejawa Barat
Angka tersebut adalah angka kematian WNI di Malaysia sepanjang dua tahun terakhir.
Setidaknya ada 101 orang WNI yang meninggal di Malaysia pada tahun 2021 kemarin.
Sementara sejak Januari hingga bulan Juni 2022 sudah ada 48 orang WNI tewas di pusat tahanan imigrasi Sabah, Malaysia.
Baca Juga: Spek Smartphone Xiaomi Seri 12S yang Akan Diluncurkan Bulan Juli 2022 ke Pasaran
Tim Pencari Fakta KBMB Abu Mufakhir juga mengungkap hal yang sama dalam sebuah diskusi daring pada Sabtu, 25 Juni 2022.
Abu Mufakhir mengatakan isu layanan kesehatan bukan satu-satunya kondisi buruk di rumah tahanan di Sabah.
Menurutnya, tim juga menemukan adanya penyiksaan terhadap tahanan sampai menyebabkan meninggal.
Baca Juga: Siklus Menstruasi Tak Teratur? Jangan Anggap Biasa Saja, Segera Konsultasikan Dengan Dokter
Selain itu, ada pula anak-anak yang terus ditahan meskipun orang tuanya sudah meninggal di dalam tahanan tersebut.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan pembentukan satuan tugas terpadu.
Artikel Terkait
Dua Menteri Dicopot Jokowi, Penggantinya Ketua Umum PAN dan Mantan Panglima TNI
Optimis Usaha Pertanian Menjanjikan, Pemuda Tani Indonesia Perkuat Organisasi Hingga ke Desa
Tak Ada Peningkatan Rasio Listrik di Daerah Terpencil dan Tertinggal, PLN Dikritik Habis DPR Akibat
Dapat Suntikan Modal Negara Rp4,6 triliun, PT Rajawali Nusantara Indonesia Diminta Manfaatkan Lahan Tidur
Marak Kejahatan Perusak Hutan da Lingkungan, Dedi Mulyadi Usulkan Bentuk Lembaga Pengawas